Selama 3 hari (Rabu sore – Sabtu malam), aku berada di kota Jogja, yang dikenal sebagai kota Gudeg dan kota Pelajar. Kunjunganku kali ini karena diajak keluargaku untuk berekreasi bersama, dan kebetulan juga aku lg jenuh dengan pekerjaan di kantor, yg secara “de facto” bahwa aku belum pernah cuti ato merasakan yg nama nya liburan kantor dalam setahun terakhir ini, bahkan secara “de yure” cutiku masih tersisa 5 hari dari tahun sebelumnya (lebih banyak krn terpotong cuti masal).
Hari #1
Perjalanan dimulai pada hari Rabu pagi jam 8.15 dari stasiun Gambir dengan menggunakan kereta Taksaka. Entah bagaimana, kereta ini sangat mengecewakan … mulai dari rem kereta yang selalu bikin kaget penumpang (terutama penumpang yg latah), kondisi gerbong yg terlihat hasil sulap dari gerbong bisnis dan tidak terawat (banyak kaca jendela yg retak), tv kereta yang mati, pelayanan petugas kereta yg mengecewakan krn tidak mau memberikan 7 porsi jatah makan kami langsung, padahal secara resmi telah membeli 7 tiket kursi (5 dewasa 2 anak-anak) tapi kami secara nampak mata hanya menggunakan 5 kursi (krn anak2nya bobok dipangku), dan yang paling parah adalah petugas kebersihan yang sangat malas sekali. Tetapi kereta tiba di Jogja tepat waktu, kurang dari jam 5 sore sudah tiba di stasiun.
(more…)