Index Berita

2010-02-11 11:09:50
Sejumlah Warga dan Politisi Palembang Harapkan Antasari Bebas
2010-02-11 11:13:45
Ayo Donor Darah Ke DPR !
2010-02-11 11:17:21
PDIP Siapkan 10 Pengacara untuk Dudhie
2010-02-11 11:20:28
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Tiket Pesawat Kemenlu ke KPK
2010-02-11 11:04:24
Sidang Gaduh Saat Hakim Ulang Kisah Syur Kamar 803
2010-02-11 11:07:56
FPG Berharap Antasari Tak Dihukum Mati
2010-02-11 11:09:50
Sejumlah Warga dan Politis Palembang Harapkan Antasari Bebas
2010-02-11 10:59:35
India akan Uji Coba Rudal Nuklir
2010-02-11 10:54:39
Keluarga Besar Nasrudin di Makassar Nonton Bareng Sidang Antasari
2010-02-11 10:50:40
Trimedya & Pram Beri Dukungan ke Dudhie Bukan Jaminkan Diri
2010-02-11 10:26:22
Unpar Gelar Rapat Pleno Senat Bahas Plagiarisme Prof Banyu Perwita
2010-02-11 10:40:13
SBY Ganjar Citra Bhakti Abdi Negara untuk 42 Kepala Daerah
2010-02-11 10:40:52
Tiga Mobil Tabrakan di Terowongan Pasar Rebo
2010-02-11 10:16:56
Copet Beraksi, HP Wartawan Raib
2010-02-11 10:29:04
Antasari Minta Hakim Bacakan Semua Keterangan Saksi
Lihat Index Berita Sebelumnya
DetikNews ala Dicky
RSS available

Bantu UPGRADE servernya yuk ... (Total USD 50 USD - Thx to Sigit Watiman, anonym #1.)
atau ke BCA No rek: 524.0125.813 (Dicky Wahyu Purnomo)

Mau dikirim ke email saat berita baru?
Subscribe ke: detiknews-subscribe@jugamanusia.com


2010-02-10 18:59:52
Susno: Laporan PPATK Sudah Diusut & Ada yang Masih Diselidiki

Jakarta -
Mantan Kabareskrim Mabes Polri memastikan bila Polri sudah menerima data 22 transaksi mencurigakan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Polri bahkan sudah melakukan pengusutan berdasarkan data itu.

"Sebagian sudah ditindaklanjuti untuk kasus Robert Tantular Cs, dan sebagia masih dalam penyelidikan," kata Susno saat dihubungi detikcom, Rabu (10/2/2010).

Namun Susno mengaku tidak ingat dengan jumlah data itu, apakah benar ada 22 transaksi. "Pastinya jumlahnya cukup banyak," tutupnya.

Pernyataan Susno ini senada dengan Kepala PPATK Yunus Husein yang mengaku sudah menyerahkan data mencurigakan tersebut pada awal Maret 2009.

Namun keterangan tersebut berbeda dengan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang mengaku belum menerima data-data tersebut.

Selain Kapolri, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi juga mengatakan belum mendapat laporan soal 22 transaksi mencurigakan tersebut. Namun pihaknya siap menindaklanuti temuan PPATK.

Dalam rapat konsultasi dengan Pansus Century, PPATK menyampaikan ada 180 transaksi keuangan yang mencurigakan terkait aliran dana bailout Century. Sebanyak 22 transaksi diserahkan ke Polri, 20 ke BPK dan 21 diserahkan ke KPK.

(ndr/iy)



Lihat Langsung dari Detik.com