Index Berita

2010-02-11 08:43:18
Istri & 2 Putri Antasari Hadiri Sidang
2010-02-11 08:30:08
Keluarga Yakin Antasari Bebas
2010-02-11 08:36:59
Wiliardi: Hukuman Mati Terlalu Berat
2010-02-11 08:07:55
Bawa Golok, Pria Berjubah Putih Nekat Masuk ke Ruang Sidang Antasari
2010-02-11 08:22:51
Antasari Cs Dikawal Ketat Menuju Pengadilan
2010-02-11 08:05:50
Wiliardi Yakin Tak Dihukum Mati
2010-02-11 08:07:55
Bawa Golok, Pria Berjubah Putih Nekat Masuk di Sidang Antasari
2010-02-11 07:53:14
Propam Segera Gelar Perkara Kasus Aan
2010-02-11 07:58:57
7 Mobil Tabrakan di Tol Tangerang
2010-02-11 07:32:26
PN Jaksel Hanya Layani Sidang Antasari CS
2010-02-11 07:20:19
Rhani Juliani, Memimpikan Karir Mapan Kini Hidup Dalam Cibiran
2010-02-11 06:55:43
Antasari Azhar, Balada Pengembara yang Mencari Mukjizat
2010-02-11 06:30:35
Tim Pansus Bertemu Boedi Sampoerna Jumat Malam
2010-02-11 06:30:35
Tim Pansus Bertemu Budi Sampoerna Jumat Malam
2010-02-11 06:14:27
Hukuman Mati Tak Dibenarkan oleh Konstitusi
Lihat Index Berita Sebelumnya
DetikNews ala Dicky
RSS available

Bantu UPGRADE servernya yuk ... (Total USD 50 USD - Thx to Sigit Watiman, anonym #1.)
atau ke BCA No rek: 524.0125.813 (Dicky Wahyu Purnomo)

Mau dikirim ke email saat berita baru?
Subscribe ke: detiknews-subscribe@jugamanusia.com


2010-02-10 15:58:33
Sofian Effendi: Kalau Memang 'Dosa' Tak Berampun, Bisa Dipecat

Jakarta -
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Sofian Effendi ikut berkomentar perihal pemecatan oleh kampus Universitas Parahyangan (Unpar) terhadap salah satu staf pengajarnya, Dr Anak Agung Banyu Perwita yang melakukan plagiarisme. Menurutnya, bisa saja pelaku plagiarisme kena sanksi pemecatan dari kampus, tapi hal ini jarang terjadi.

"Setahu saja jarang sih yang sampai kepada pemecatan. Lebih sering penurunan pangkat atau penundaan kenaikan pangkat. Yang terakhir kalau memang dosa tidak berampun, ya pemecatan," kata Sofian kepada detikcom, Rabu (10/2/2010).

Setiap kampus punya penyikapan yang berbeda soal plagiarisme. Sehingga kebijakannya pun berbeda-beda saat menyikapi plagiarisme.

"Mungkin pimpinan universitas punya pertimbangan sendiri, misalnya ingin jaga prestasi, image. Tapi pemecatan menurut saya sedikit lebih keras," ujarnya sambil sedikit tertawa.

Saat menjadi rektor UGM, Sofian mengaku ada kasus plagiarisme di kampus yang dia pimpin itu. Namun sanksinya cuma penurunan pangkat dan tidak mengarah ke sanksi pemecatan.

"Yang sudah kena sanksi bisa diproses (menjadi doktor atau guru besar) kembali. Tapi tidak ada standar bakunya, masing-masing universitas punya standar berbeda," imbuhnya.

Sofian sedikit kecewa dengan pemecatan terhadap Profesor Banyu. "Dia kan masih muda. Implikasi dari pemecatan itu akan banyak buntutnya," pungkas pakar administrasi publik ini menutup pembicaraan.

(anw/nrl)



Lihat Langsung dari Detik.com