<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="wordpress/2.0.5" -->
<rss version="2.0" 
        xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
        xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
        xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
        >

<channel>
        <title>DetikNews RSS by Dicky</title>
        <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/</link>
        <description>DetikNews RSS by Dicky</description>
        <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:00 +0700</pubDate>
        <generator>http://wordpress.org/?v=2.0.5</generator>
        <language>en</language>
	<item>
                <title>Ali Masykur: Jemaah Jadi Rebutan, Cagub PKB Keok</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34593.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34593.html</comments>
                <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:20 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34593.html</guid>
                <description><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 03:37 WIB - 	Jakarta -
	Perolehan suara pasangan cagub dan cawagub Pilkada Jawa Timur Achmady-Suhartono tidak terlalu menggembirakan. Apakah ini pengaruh kisruh PKB yang tak kunjung tuntas?"Saya melihat dalam konteks pilkada memang berpengaruh, karena jemaahnya jadi rebutan," kata Ketua DPP PKB Gus Dur Ali Masykur Musa.Hal itu disampaikan dia usai pertemuan di DPP PKB, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2008).Namun, saat Pemilu 2009 nanti, konflik di tubuh PKB tidak akan berpengaruh banyak. Ali Masykur yakin, pendukung akan kembali memilih PKB."Pasti mereka akan kembali," ujarnya bersemangat.Ali Masykur mengatakan, PKB belum mengambil keputusan resmi mengenai kemungkinan kalahnya jago PKB. "Kita masih menunggu keputusan KPU Jawa Timur," katanya.(ken/ken)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 03:37 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Perolehan suara pasangan cagub dan cawagub Pilkada Jawa Timur Achmady-Suhartono tidak terlalu menggembirakan. Apakah ini pengaruh kisruh PKB yang tak kunjung tuntas?<br /><br />"Saya melihat dalam konteks pilkada memang berpengaruh, karena jemaahnya jadi rebutan," kata Ketua DPP PKB Gus Dur Ali Masykur Musa.<br /><br />Hal itu disampaikan dia usai pertemuan di DPP PKB, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2008).<br /><br />Namun, saat Pemilu 2009 nanti, konflik di tubuh PKB tidak akan berpengaruh banyak. Ali Masykur yakin, pendukung akan kembali memilih PKB.<br /><br />"Pasti mereka akan kembali," ujarnya bersemangat.<br /><br />Ali Masykur mengatakan, PKB belum mengambil keputusan resmi mengenai kemungkinan kalahnya jago PKB. "Kita masih menunggu keputusan KPU Jawa Timur," katanya.<b>(ken/ken)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>10 Anjing Tewas Saat Rumah Mewah di Menteng Terbakar</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34590.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34590.html</comments>
                <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:19 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34590.html</guid>
                <description><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 02:40 WIB - 	Jakarta -
	10 Anjing menjadi korban dalam kebakaran di rumah mewah di Menteng, Jakarta Pusat. Hewan peliharaan itu tak sempat diselamatkan saat api melalap hampir seluruh bagian rumah.Menurut salah satu anak pemilik rumah, anjing peliharaan di rumah yang beralamat di Jalan Solo No 63, Menteng, Jakarta Pusat itu berjumlah 12. Hanya dua yang sempat diselamatkan."10 Anjing terbakar," katanya sambil menangis sambil memeluk salah satu anjingnya yang selamat.Hingga pukul 02.40 WIB, api di rumah milik Ficky itu masih menyala. Kerugian akibat peristiwa ini belum dapat ditaksir.(ken/ken)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 02:40 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	10 Anjing menjadi korban dalam kebakaran di rumah mewah di Menteng, Jakarta Pusat. Hewan peliharaan itu tak sempat diselamatkan saat api melalap hampir seluruh bagian rumah.<br /><br />Menurut salah satu anak pemilik rumah, anjing peliharaan di rumah yang beralamat di Jalan Solo No 63, Menteng, Jakarta Pusat itu berjumlah 12. Hanya dua yang sempat diselamatkan.<br /><br />"10 Anjing terbakar," katanya sambil menangis sambil memeluk salah satu anjingnya yang selamat.<br /><br />Hingga pukul 02.40 WIB, api di rumah milik Ficky itu masih menyala. Kerugian akibat peristiwa ini belum dapat ditaksir.<b>(ken/ken)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Api di Rumah Mewah Menteng Diduga Akibat Korsleting</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34587.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34587.html</comments>
                <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:18 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34587.html</guid>
                <description><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 02:16 WIB - 	Jakarta -
	Api yang membakar rumah mewah di Jalan Solo No 63, Menteng, Jakarta Pusat diduga akibat hubungan pendek (korsleting). Untuk mencegah hal itu terjadi lagi, aliran listrik di wilayah itu dipadamkan."Ini korsleting aliran listrik," kata salah satu petugas pemadam kebakaran di lokasi kepada detikcom, Kamis (24/7/2008) pukul 02.15 WIB.Saat ini, api masih menyala di rumah berlantai dua tersebut. Namun sepertinya petugas pemadam kebakaran sudah dapat menguasai api.Beberapa petugas masuk ke dalam rumah untuk memadamkan beberapa titik api di dalam rumah.(ken/ken)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 02:16 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Api yang membakar rumah mewah di Jalan Solo No 63, Menteng, Jakarta Pusat diduga akibat hubungan pendek (korsleting). Untuk mencegah hal itu terjadi lagi, aliran listrik di wilayah itu dipadamkan.<br /><br />"Ini korsleting aliran listrik," kata salah satu petugas pemadam kebakaran di lokasi kepada detikcom, Kamis (24/7/2008) pukul 02.15 WIB.<br /><br />Saat ini, api masih menyala di rumah berlantai dua tersebut. Namun sepertinya petugas pemadam kebakaran sudah dapat menguasai api.<br /><br />Beberapa petugas masuk ke dalam rumah untuk memadamkan beberapa titik api di dalam rumah.<b>(ken/ken)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Rumah Mewah Hampir Ludes, Asap Hitam Membumbung Tinggi</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34586.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34586.html</comments>
                <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:17 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34586.html</guid>
                <description><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 02:08 WIB - 	Jakarta -
	Rumah mewah di Jalan Solo No 63 masih diamuk si jago merah. Rumah berlantai dua itu hampir ludes terbakar.Pantauan detikcom, Kamis (24/7/2008) hanya tinggal kusen-kusen dan tembok yang tersisa. Puluhan petugas pemadam kebakaran masih sibuk memadamkan api.Asap tebal hitam masih membumbung tinggi di atas kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Ratusan warga sekitar tampak menonton kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu.Belum diketahui apa penyebab kebakaran terjadi. Adakah korban dapam peristiwa ini juga belum diketahui.(ken/ken)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 02:08 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Rumah mewah di Jalan Solo No 63 masih diamuk si jago merah. Rumah berlantai dua itu hampir ludes terbakar.<br /><br />Pantauan detikcom, Kamis (24/7/2008) hanya tinggal kusen-kusen dan tembok yang tersisa. Puluhan petugas pemadam kebakaran masih sibuk memadamkan api.<br /><br />Asap tebal hitam masih membumbung tinggi di atas kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Ratusan warga sekitar tampak menonton kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu.<br /><br />Belum diketahui apa penyebab kebakaran terjadi. Adakah korban dapam peristiwa ini juga belum diketahui.<b>(ken/ken)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>GPK Minta 30% untuk Caleg Jadi PPP</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34582.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34582.html</comments>
                <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34582.html</guid>
                <description><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 01:36 WIB - ==> standard input  /tmp/new.detik.3 
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 01:36 WIB - ==> standard input <==<br />
<br />
==> /tmp/new.detik.3 <==]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Gempa 6.8 SR Guncang Jepang, Warga Panik</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34581.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34581.html</comments>
                <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:15 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34581.html</guid>
                <description><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 01:26 WIB - ==> standard input  /tmp/new.detik.3 
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 01:26 WIB - ==> standard input <==<br />
<br />
==> /tmp/new.detik.3 <==]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Rumah Kosong di Menteng Dilalap Api, 17 Damkar Dikerahkan</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34580.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34580.html</comments>
                <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:14 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34580.html</guid>
                <description><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 01:23 WIB - ==> standard input  /tmp/new.detik.3 
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Kamis, 24/07/2008 01:23 WIB - ==> standard input <==<br />
<br />
==> /tmp/new.detik.3 <==]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Batavia Kempes Ban di Pangkal Pinang, Bandara Ditutup</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34579.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34579.html</comments>
                <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:13 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34579.html</guid>
                <description><![CDATA[Rabu, 23/07/2008 21:18 WIB - 	Jakarta -
	Tak hanya Garuda yang mengalami insiden. Di Pangkal Pinang, pesawat Batavia Air juga mengalami kempes ban. Akibatnya, runway Depati Amir ditutup."Ya benar, ban pesawat kempes," kata Wakil Direktur Batavia Air M Yamin ketika dikonfirmasi wartawan Rabu (23/7/2008).Menurut Yamin, ban pesawat kempes saat mendarat. Hal ini, kata Yamin, terjadi karena sistem hidrolik terganggu sehingga mengganggu fungsi kendali."Karena berat ada satu bannya kempes sampai kelihatan seperti pecah. Akibatnya, bannya kempes sehinga pecah. Kenapa kempes, karena mengemudikan pesawat berat karena sistem hidrolis terganggu," ujarnya.Ban yang kempes itu, imbuh dia, adalah ban luar sebelah kiri. Insiden itu terjadi pada pukul 14.35 WIB. Pesawat berjenis Boeing 737-200 itu berangkat dari Jakarta pukul 13.35 WIB."Pesawat masih di runway. Bandara ditutup sementara. Menunggu alat berat yang bisa menarik pesawat. Karena beratnya tanpa penumpang saja 30 ton. Kita sedang koordinasi dengan penguasa bandara untuk memindahkan pesawat," jelas Yamin yang dihubungi pukul 20.05 WIB ini.Penumpang Batavia Air yang berjumlah 121 orang ini, tidak ada yang mengalami luka-luka. "Semuanya normal," tandas dia.(nwk/ken)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Rabu, 23/07/2008 21:18 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Tak hanya Garuda yang mengalami insiden. Di Pangkal Pinang, pesawat Batavia Air juga mengalami kempes ban. Akibatnya, runway Depati Amir ditutup.<br /><br />"Ya benar, ban pesawat kempes," kata Wakil Direktur Batavia Air M Yamin ketika dikonfirmasi wartawan Rabu (23/7/2008).<br /><br />Menurut Yamin, ban pesawat kempes saat mendarat. Hal ini, kata Yamin, terjadi karena sistem hidrolik terganggu sehingga mengganggu fungsi kendali.<br /><br />"Karena berat ada satu bannya kempes sampai kelihatan seperti pecah. Akibatnya, bannya kempes sehinga pecah. Kenapa kempes, karena mengemudikan pesawat berat karena sistem hidrolis terganggu," ujarnya.<br /><br />Ban yang kempes itu, imbuh dia, adalah ban luar sebelah kiri. Insiden itu terjadi pada pukul 14.35 WIB. Pesawat berjenis Boeing 737-200 itu berangkat dari Jakarta pukul 13.35 WIB.<br /><br />"Pesawat masih di runway. Bandara ditutup sementara. Menunggu alat berat yang bisa menarik pesawat. Karena beratnya tanpa penumpang saja 30 ton. Kita sedang koordinasi dengan penguasa bandara untuk memindahkan pesawat," jelas Yamin yang dihubungi pukul 20.05 WIB ini.<br /><br />Penumpang Batavia Air yang berjumlah 121 orang ini, tidak ada yang mengalami luka-luka. "Semuanya normal," tandas dia.<b>(nwk/ken)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Ratna Sarumpaet Siap Jadi Capres 2009</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34578.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34578.html</comments>
                <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:12 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34578.html</guid>
                <description><![CDATA[Rabu, 23/07/2008 21:03 WIB - 	Jakarta -
	Pemilu 2009 semakin dekat. Calon-calon presiden pun kian banyak memproklamirkan diri. Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet pun tak mau kalah.Perempuan yang gemar bermain teater ini menyatakan siap menjadi presiden RI 209-2014. "Demi Allah saya menyatakan keberanian untuk menjadi presiden RI," kata Ratna.Pernyataan itu disampaikan Ratna di Galeri Cemara, jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2008).Dalam kesempatan itu, Ratna juga menyindir beberapa kasus yang belum terselesaikan. Salah satunya adalah lumpur Lapindo di Sidoarjo."Penanganan negara terhadap korban Lapindo di Sidoarjo itu adalah bentuk paling kasar dari bagaimana negara telah melecehkan kemanusiaan dan harga diri rakyatnya," ujanya berapi-api.(ken/ken)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Rabu, 23/07/2008 21:03 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Pemilu 2009 semakin dekat. Calon-calon presiden pun kian banyak memproklamirkan diri. Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet pun tak mau kalah.<br /><br />Perempuan yang gemar bermain teater ini menyatakan siap menjadi presiden RI 209-2014. "Demi Allah saya menyatakan keberanian untuk menjadi presiden RI," kata Ratna.<br /><br />Pernyataan itu disampaikan Ratna di Galeri Cemara, jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2008).<br /><br />Dalam kesempatan itu, Ratna juga menyindir beberapa kasus yang belum terselesaikan. Salah satunya adalah lumpur Lapindo di Sidoarjo.<br /><br />"Penanganan negara terhadap korban Lapindo di Sidoarjo itu adalah bentuk paling kasar dari bagaimana negara telah melecehkan kemanusiaan dan harga diri rakyatnya," ujanya berapi-api.<b>(ken/ken)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Yenny: Pertemuan di DPP PKB Hanya Ngobrol-ngobrol Saja</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34577.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34577.html</comments>
                <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:39:11 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.34577.html</guid>
                <description><![CDATA[Rabu, 23/07/2008 20:40 WIB - 	Jakarta -
	PKB Gus Dur menggelar rapat gabungan antara Dewan Syuro dan Tanfidz di DPP PKB Kalibata, Rabu (23/7/2008). Muhaimin Iskandar dikabarkan diundang dalam pertemuan itu.Namun hingga pukul 20.30 WIB, pria yang akrab disapa Cak Imin itu belum juga muncul. Hanya petinggi PKB Gus Dur saja yang telah datang.Pantauan detikcom, Ketua DPP PKB Gus Dur Ali Masyikur Musa tiba di lokasi pertemuan pukul 19.25 WIB. Tak lama kemudian, pukul 19.55 WIB, Gus Dur tiba di kantor yang beralamat di Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan itu.Sekjen PKB Gus Dur, Yenny Wahid yang datang pukul 20.15 WIB mengatakan, pertemuan malam ini hanya bersifat normatif. Tidak ada pembahasan khusus."Normatif, cuma gobrol-ngobrol saja," katanya sesaat setelah turun dari mobil.(ken/ken)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Rabu, 23/07/2008 20:40 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	PKB Gus Dur menggelar rapat gabungan antara Dewan Syuro dan Tanfidz di DPP PKB Kalibata, Rabu (23/7/2008). Muhaimin Iskandar dikabarkan diundang dalam pertemuan itu.<br /><br />Namun hingga pukul 20.30 WIB, pria yang akrab disapa Cak Imin itu belum juga muncul. Hanya petinggi PKB Gus Dur saja yang telah datang.<br /><br />Pantauan detikcom, Ketua DPP PKB Gus Dur Ali Masyikur Musa tiba di lokasi pertemuan pukul 19.25 WIB. Tak lama kemudian, pukul 19.55 WIB, Gus Dur tiba di kantor yang beralamat di Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan itu.<br /><br />Sekjen PKB Gus Dur, Yenny Wahid yang datang pukul 20.15 WIB mengatakan, pertemuan malam ini hanya bersifat normatif. Tidak ada pembahasan khusus.<br /><br />"Normatif, cuma gobrol-ngobrol saja," katanya sesaat setelah turun dari mobil.<b>(ken/ken)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
		<atom:link href="http://detik.massaint.com/detikrss.php" rel="self" type="application/rss+xml" />
        </channel>
</rss>
