Ujian Nasional ?
Sekedar Informasi:
Abis nonton acara diskusi di Anteve malem ini soal Ujian Nasional.
Banyak yang kecewa soal sistem pendidikan yang baru ini, krn *sejauh yang saya tangkep* seorang siswa hanya dinyatakan lulus jika nilai ujiannya *tidak* jelek di semua mata ujiannya. Berbeda dengan jaman ku dulu, yang penting adalah nilai akumulasi dari semua mata ujian, biarpun ada yang nilai nya ancur sekali. Dan selain tidak dinyatakan lulus, mereka juga tidak diberikan ijasah.
Lalu salah seorang pembicara dalam acara diskusi tsb menyatakan bahwa ujian nasional ini merupakan alat ukur untuk mengetahui kualitas pendidikan Indonesia, daerah mana saja yang perlu ditingkatkan, dan ada kata2 yg menyedihkan yang tidak layak disebutkan di depan umum “bahwa kualitas pendidikan Indonesia di bawah Malaysia”.
Kalo mau ngukur kualitas pendidikan, mau cari wilayah yang kurang alias perlu ditingkatkan, bukan dengan cara “dodol” seperti ini!
Anda bisa mengukur mutu pendidikan, dari nilai akumulasi hasil ujian utk liat gambaran umum nya, dan Anda bisa menganalisa nilai lebih detil nantinya … mata pelajaran mana yang perlu ditingkatkan di daerah tersebut.
Meningkatkan mutu pendidikan dengan mengorbankan siswa ? Gak salah tuh. Bukannya itu tugas Diknas, justru kl hasil ujian jelek mustinya yg “GAK LULUS” itu orang2 di Kementerian Pendidikan Nasional ? Benahi pendidikan nya jgn bereksperimen pada siswa. Nasib mereka tergantung dari ini!
*admin sebel*
- Permintaan Kepada Stasiun TV di Indonesia
- Toleransi Bertetangga
- Sekedar Mengingatkan … Hati2 dalam Mem-forward / Re-Tweet atau Sejenisnya


3 Comments
semoga generasi saat ini dan penerusnya bisa melakukan perubahan bagi bangsa Indonesia kita ini
System pendidikan Indonesia emang selalu menjadi bahan experiment dari pihak birokrat. Seyogyanya Departement Pendidikan itu berdiri sendiri dan dan menterinya tidak ditunjuk oleh President, soalnya kalo ganti Presiden ganti Menteri, nah kalo ganti Menteri, biasa deh, ganti kulikulum.
Apa sih susahnya membuat sebuah sistem pendidikan? Tinggal comot kok, apakah kita mau comot system pendidikan ala Spore, ala Japan, ala US, ala China. Yang penting adalah konsistensi dalam implementasi sistemnya, jangan tiap 5 tahun revisi sistem.
Yang rugi, yah pelajarnya. Emangnya sekolah kagak pake duit?
1) Unas sebaiknya dipandang sebagai alat untuk memetakan kapasitas pendidikan di Indonesia. Dalam arti ini, hasil Unas menjadi pijakan kebijakan pemerintah dalam melakukan pembenahan pendidikan.
2)Lalu hasil tersebut disosialisasikan ke masyarakat supaya masyarakat tahu oh ini sekolah yang baik, atau yang kurang baik.Sehingga mereka akan jeli memilih mana sekolah baik dan tidak bagi anak mereka.
3) Namun rasanya kok kurang pas bila Unas dijadikan penentu kelulusan, saya tidak yakin anak yang tidak lulus adalah anak yang bodoh.
4) kalau memang mau dibuat fair semestinya dibuat satu formula dengan mempertimbangkan nilai dan prestasi mereka di sekolah
Leave a reply