Ujian Nasional ?


Sekedar Informasi:

  • Situs ini adalah blog pribadi, catatan harian saya sebagai tukang ngoprek
  • Saya tidak membuka toko atau tempat service henpon ataupun PSP. Saya kerja kantoran lhooo :)
  • Saya mengisi dan menjawab situs ini di waktu luang saya, jd harap maklum kl saya gak sempet jawab
  • Saya hanya bisa menjawab yang saya tahu dan kebetulan lg ada barangnya, banyak hal yg saya masih gak tau dan mungkin salah kasih info. Itulah fungsi blog ini, utk sharing info
  • Silahkan baca-baca dulu artikel lain di kategori yang sama, karena mungkin sudah ada yg pernah menanyakan hal yang sama
  • Mohon maaf, jika Anda YM saya, silahkan perkenalkan diri dan jelaskan maksud Anda dengan sopan, tidak perlu Buzz berulang kali ... kl saya tidak jawab, artinya sedang sibuk
  • Mohon maaf sekali, saya lebih suka menerima pertanyaan melalui email atau komen di blog ini saja, YM masih ok ... tp kl telepon agak mengganggu, terutama kl lg jam kerja.
  • Terima kasih atas perhatiannya

    Abis nonton acara diskusi di Anteve malem ini soal Ujian Nasional.

    Banyak yang kecewa soal sistem pendidikan yang baru ini, krn *sejauh yang saya tangkep* seorang siswa hanya dinyatakan lulus jika nilai ujiannya *tidak* jelek di semua mata ujiannya. Berbeda dengan jaman ku dulu, yang penting adalah nilai akumulasi dari semua mata ujian, biarpun ada yang nilai nya ancur sekali. Dan selain tidak dinyatakan lulus, mereka juga tidak diberikan ijasah.

    Lalu salah seorang pembicara dalam acara diskusi tsb menyatakan bahwa ujian nasional ini merupakan alat ukur untuk mengetahui kualitas pendidikan Indonesia, daerah mana saja yang perlu ditingkatkan, dan ada kata2 yg menyedihkan yang tidak layak disebutkan di depan umum “bahwa kualitas pendidikan Indonesia di bawah Malaysia”.

    Kalo mau ngukur kualitas pendidikan, mau cari wilayah yang kurang alias perlu ditingkatkan, bukan dengan cara “dodol” seperti ini!

    Anda bisa  mengukur mutu pendidikan, dari nilai akumulasi hasil ujian utk liat gambaran umum nya, dan Anda bisa menganalisa nilai lebih detil nantinya … mata pelajaran mana yang perlu ditingkatkan di daerah tersebut.

    Meningkatkan mutu pendidikan dengan mengorbankan siswa ? Gak salah tuh. Bukannya itu tugas Diknas, justru kl hasil ujian jelek mustinya yg “GAK LULUS” itu orang2 di Kementerian Pendidikan Nasional ? Benahi pendidikan nya jgn bereksperimen pada siswa. Nasib mereka tergantung dari ini!

    *admin sebel*

    3 Comments

    • Yudhis says:

      semoga generasi saat ini dan penerusnya bisa melakukan perubahan bagi bangsa Indonesia kita ini

    • idarmadi says:

      System pendidikan Indonesia emang selalu menjadi bahan experiment dari pihak birokrat. Seyogyanya Departement Pendidikan itu berdiri sendiri dan dan menterinya tidak ditunjuk oleh President, soalnya kalo ganti Presiden ganti Menteri, nah kalo ganti Menteri, biasa deh, ganti kulikulum.

      Apa sih susahnya membuat sebuah sistem pendidikan? Tinggal comot kok, apakah kita mau comot system pendidikan ala Spore, ala Japan, ala US, ala China. Yang penting adalah konsistensi dalam implementasi sistemnya, jangan tiap 5 tahun revisi sistem.

      Yang rugi, yah pelajarnya. Emangnya sekolah kagak pake duit?

    • daniel says:

      1) Unas sebaiknya dipandang sebagai alat untuk memetakan kapasitas pendidikan di Indonesia. Dalam arti ini, hasil Unas menjadi pijakan kebijakan pemerintah dalam melakukan pembenahan pendidikan.
      2)Lalu hasil tersebut disosialisasikan ke masyarakat supaya masyarakat tahu oh ini sekolah yang baik, atau yang kurang baik.Sehingga mereka akan jeli memilih mana sekolah baik dan tidak bagi anak mereka.
      3) Namun rasanya kok kurang pas bila Unas dijadikan penentu kelulusan, saya tidak yakin anak yang tidak lulus adalah anak yang bodoh.
      4) kalau memang mau dibuat fair semestinya dibuat satu formula dengan mempertimbangkan nilai dan prestasi mereka di sekolah


    Leave a reply


    XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>