Catatan Perjalananku ke Jogja
Selama 3 hari (Rabu sore - Sabtu malam), aku berada di kota Jogja, yang dikenal sebagai kota Gudeg dan kota Pelajar. Kunjunganku kali ini karena diajak keluargaku untuk berekreasi bersama, dan kebetulan juga aku lg jenuh dengan pekerjaan di kantor, yg secara “de facto” bahwa aku belum pernah cuti ato merasakan yg nama nya liburan kantor dalam setahun terakhir ini, bahkan secara “de yure” cutiku masih tersisa 5 hari dari tahun sebelumnya (lebih banyak krn terpotong cuti masal).
Hari #1
Perjalanan dimulai pada hari Rabu pagi jam 8.15 dari stasiun Gambir dengan menggunakan kereta Taksaka. Entah bagaimana, kereta ini sangat mengecewakan … mulai dari rem kereta yang selalu bikin kaget penumpang (terutama penumpang yg latah), kondisi gerbong yg terlihat hasil sulap dari gerbong bisnis dan tidak terawat (banyak kaca jendela yg retak), tv kereta yang mati, pelayanan petugas kereta yg mengecewakan krn tidak mau memberikan 7 porsi jatah makan kami langsung, padahal secara resmi telah membeli 7 tiket kursi (5 dewasa 2 anak-anak) tapi kami secara nampak mata hanya menggunakan 5 kursi (krn anak2nya bobok dipangku), dan yang paling parah adalah petugas kebersihan yang sangat malas sekali. Tetapi kereta tiba di Jogja tepat waktu, kurang dari jam 5 sore sudah tiba di stasiun.
Di stasiun, kami sudah ditunggu oleh teman papaku, kalo tidak salah Pak Hendro namanya. Kami langsung diantar ke hotel yang sudah dipesan jauh hari, yaitu hotel Melia Purosani yang letaknya sangat berdekatan dengan stasiun kreta dan jalan Malioboro. Setelah check-in dan beristirahat, kemudian kami memutuskan untuk mencari makan bersama (sekitar pukul 18.30). Namun hujan yang mengguyur kota Jogja sejak kami tiba, tidak kunjung reda sehingga niat untuk berjalan kaki ke Malioboro utk makan pun dibatalkan dg pertimbangan kesehatan keponakan2ku.
Aku dan kakakku (Mas Ivon) pergi dengan becak dekat hotel untuk mencari makan, berdasarkan informasi pak becak, malioboro belum mulai jualan pada jam 18.30an itu dan kami percayakan pada pak becak untuk membawa kami ke tempat makan yg sejenis malioboro. Tempatnya agak sedikit jauh dari hotel, tetapi pilihan, harga dan rasanya cukup memuaskan. Kami memesan : ayam goreng, babat, paru, empal, ati ampela, soto sulung, yang paling enak adalah sambel nya! Top !
Kemudian aku dan kakakku kembali ke hotel, dengan membayar 15rb kepada pak becak (yg belakangan aku tahu bahwa 15rb terlalu mahal, mustinya paling banter 10rb dengan jarak tempuh relatif msh dekat dan beban angkut 2 buah gajah). Acara dilanjutkan dengan acara makan malam, ngobrol2, istirahat dan tidur ![]()
Hari #2
Kamis pagi, semua orang bangun sangat pagi sekitar jam 6teng dan sudah siap2 untuk mencari sarapan sekitar jam 6.30. Kami semua turun dari kamar, berjalan kaki ke Maliobro, dan memutuskan naik becak dan minta diantarkan ke tempat gudeg.
Setelah tawar menawar (5rb per becak pulang-pergi Malioboro-Jl Plengkung-Hotel x 3 becak), kami diantarkan ke tempat yg bernama Gudeg Kendil Plengkung. Di sini kami sedikit kecewa, krn harga makanan dan minuman yg ditawarkan sangat mahal dan rasanya pun tidak sepadan, bahkan bisa dibilang masih dibawah rata2, gudegnya sendiri masih kalah ama gudeg murmer yg biasa aku beli di pinggir jalan Tendean
Lalu kami kembali ke hotel dan menunggu hingga jam 9an krn kami sudah dijanjikan akan dipinjami mobil+supir oleh temannya papaku (pak hendro). Setelah mobil datang, tujuan pertama kami adalah candi borobudur. 10 menit sebelum tiba ke candi, ternyata hujan turun yg menyebabkan kita tidak bisa turun dan berfoto2 di candi borobudur, pdhl aku dari kecil belum pernah tuh
dan sekarang jarak candi dan tempat parkir mobil pun cukup jauh, dihalangi oleh kios2 penjaja kerajinan tangan … sangat disayangkan, apalagi buat keponakan2ku. Kami keliling2 sebentar di sekitar daerah parkiran, karena saat kami mencoba menyusuri pinggiran area candi terhalang oleh pohon rubuh akibat hujan.
Tujuan berikutnya adalah Kali Urang, tempatnya temen papaku. Dalam perjalanan menuju kaliurang, kami menyempatkan untuk membeli oleh2 makanan khas jogja dan sekitarnya, seperti wajik.
Ternyata temen papaku ini punya bisnis rumah makan di kaliurang dan kami tiba di sana sekitar jam 12an, namanya Langen Sekar Resto. Terus terang aja, rumah makan pak hendro ini gak kalah ama rumah makan besar yang ada di jakarta atau bandung! Suasana tempatnya nyaman dan sejuk, Masakannya enak dan harganya itu lho … setengah dari harga gudeg kendil yang rasanya ampun2an
(bahkan beberapa menu ditawarkan dengan harga yg sama biasanya ditawarkan di warung nasi)
Aku rekomendasikan untuk temen2 yg main ke Jogja, utk makan di rumah makannya pak hendro … ! Jenis masakan yg ditawarkan : seafood, chinese food, dan masakan tradisional … ya mirip ama Dapur Sunda dkk lah.
Selesai makan, kami diajak berputar di kaliurang … sayangnya masih hujan juga. Kemudian kami turun kembali ke kota, dan mulai berbelanja oleh2 seperti kaos, batik, tas, dll. Tidak lupa kami mampir ke soto kadipiro, meskipun aku tidak ikut mencicipinya, tapi aku masih ingat rasanya yg memang nikmat dan harganya yg lumayan murah
![]()
Lalu kami kembali ke hotel sekitar jam 6an dan beristirahat, makan malam dan tidur.
Hari #3
Bangun pagi sekitar jam 6, dan langsung menuju restaurant hotel untuk menyantap sarapan pagi, kecuali aku
krn masih pengen menikmati pagi hari di kamar dan pengen mandi dengan santai ![]()
Sekitar jam 9an, kami memutuskan untuk jalan2 … dan tujuan pertama adalah naik andong / dokar krn keponakan2ku sudah gak sabar untuk menaikinya. Kebetulan sekali, begitu kami keluar dari hotel langsung ada andong yg lewat. Kami naik andong dan becak, karena hanya ada 1 andong dan tidak bisa memuat kami bertujuh. Tujuan naik andong adalah keliling kota Jogja termasuk keraton. Tetapi kembali dikecewakan, oleh kelakukan tukang andong dan becak yang cenderung seenaknya.
Kami dipaksa untuk turun dan melihat toko2 yg menjual kaos dagadu dan batik, pd awalnya sih kami ikutin aja krn kami memang masih penasaran dengan lokasi penjual kaos dagadu yg murah (hingga akhir perjalanan, aku mencatat harga kaos dagadu rata2 dijual 40rb), tapi saat kami meminta diantar keliling kota dan ke penjual bakpia pathok 75 di jalan pathok, si tukang andong dan becak ini seperti yg gak mau mengantar ke tempat yg kami pengenin, malah mengantar ke tempat penjual bakpia pathok 75 yg lain dan memaksa ke tempat batik. Pdhl di sore hari nya, kami diantar oleh supir pak hendro ke jl pathok, jalannya bersebelahan dengan tempat yg dipaksakan oleh si tukang andong. Huwarakadah!
![]()
Kami minta diantarkan kembali ke jalan Malioboro, dan kami berjalan kaki menyusuri jalan tsb sambil mampir2 dan berbelanja … cihuyyy!
Mustinya yg cihuy kan temen2ku yg minta oleh2
Lalu sebelum kembali ke hotel, kami mampir ke mal yg aku gak tau namanya yg nempel dengan hotel Ibis. Di sana beli mainan utk keponakanku dan makan mie baso yg cukup mahal dan rasanya sangat biasa saja! Nama tempatnya Mie Nusantara. *not recommended*
Kami kembali ke hotel sekitar pukul 11.20, dan tinggal beberapa saat menjelang sholat jumat. Para lelaki, minus keponakanku, pergi sholat jumat ke mesjid yg letaknya seberang hotel.
Agenda berikutnya adalah naik mobil pinjeman pak hendro yang bakal dateng jam 3, dan meneruskan sisa agenda rekreasi sampe pulang ke stasiun kereta. Sambil menunggu jam 3, aku tidur siang yg cukup sukses meskipun diganggu ama keponakan2ku terus ![]()
Begitu mobil datang, kami beberes kamar, check out, dan langsung menuju ke Candi Prambanan. Cuaca sangat mendukung, sedikit mendung tapi tidak hujan. Kami tiba di Prambanan yg relatif sangat sepi, dan menikmati jalan2 dan foto2 di area candi. Tak terasa waktu sudah jam 6an, dan kami pun pulang menuju stasiun. Tetapi kami mampir dulu ke Rumah Makan Suharti untuk makan malam bekal perjalanan. Harganya gak jauh beda ama yang di Jakarta atau Bandung, meskipun masih relatif lebih murah.
Akhirnya kami diantarkan di stasiun kereta, tepat waktu 19.15 … kereta berangkat jam 19.30. Beruntunglah kereta yang kami naiki ini jauhhh…jauuuhhh lebih baik dari kereta waktu ke Jogja, meskipun sama2 Taksaka. Semua nya jauh lebih baik: gerbong, rem, pelayanan, tv, dan kebersihan.
Ya demikian perjalananku 3 hari di Jogja!
Beberapa catatan dan kesimpulan:
- GPRS di Jogja (baik IM3 dan Satelindo) sangat payah! Sinyal ada tapi lemot sekali, bahkan kadang2 gak bisa konek internet.
- Jangan naik becak dekat hotel, krn mahal
- Jangan mudah percaya ama tempat2 yg ditunjukkan oleh tukang becak atau andong, usahakan udah tau tempat2 yg bagus utk membeli barang2 cinderamata
- Tidak ada hoka-hoka bento di jogja
- Capem BCA jauh lebih dikit dari Bukopin … *apa coba hubungannya*
- Delivery service utk makanan masih sedikit, dan sepertinya maks sampe jam 8malam
- Kl ke rumah makan, liat harganya dulu. Mahal belum tentu enak, malah biasanya gak enak
- Harga batik keris di jalan malioboro sama aja ama di counternya di airport Solo
- kayaknya belum ada Starbucks juga ya

- Kl sempet, mainlah ke restorannya pak hendro! di kaliurang
dijamin puas deh! - Gak ketemu Mas Roy!
Hi Roy! 
Tulisan yg mungkin msh terkait:
6 Komentar sejauh ini
Ikut Komentar
Tukang becak dan andong yang mengarahkan ke toko cindera mata tertentu, akan dapet komisi dari toko bila yang diarahkan akhirnya beli di situ.
Saya ikut sedih membaca beberapa bagian yang memang tidak seharusnya didapatkan.
Walau Jogja kota masih kecil dibanding Jakarta, sebaiknya ajak teman sebagai guiding yang telah kenal tempat-² di Jogja.
Semoga ke Jogja lagi yaa…
Oleh Pembaca setia
pada 12.26.04 14:02
soal komisi itu sudah so pasti dan para turis pun akan mengerti, tapi kl konsumen minta A harusnya dikasih A, jgn B atau C atau lain2. Suggestion sih ok, pemaksaan no way. Apalagi sampe yg ngambek tukang becak/adong nya, sampe ngatain “dasar gak punya duit”. saya yakin gak semuanya kayak gitu, tp aku melihat sikap ini udah mulai “membudaya” di kalangan tukang becak/andong.
btw jogja is nice city, tata kota nya rapih. meski udah mulai macet
tp jauh lebih ok dibandinng kota besar lain di jawa yg pernah aku kunjungi 
ke jogja lagi ? so pasti !
*mengetik dg satu tangan, sebelah kiri … yg kanan blm cuci tangan
*
Oleh massaint
pada 12.26.04 14:28
dickyyywwww ! hp lo masih sama gw nih, hihihi… kemaren ngehang gara2 full memory, garansi seumur idup masih berlaku ngga?
eh ya ini kok aneh banget siy tabelnya yg kanan nimpa content, jadi gw ga bisa kasih komen di last postingann lo
fyi gw pake IE dan monitor 17″. ehya, ym id lo apa?
Oleh Nuniek Tirta
pada 01.19.05 12:57
garansi? masih donk
*alesan*
masa sih ngaco? pdhl gw dulu ngeditnya pake IE lho
ym : dicky_wp
Oleh massaint
pada 01.19.05 13:14
Tolong di ceritakan donk tranportasi dari bandara adi sucipto dan waktu yang di capai ke :
borobudur dan malioboro.
Tentu dengan biaya tranpotasi murah dalam waktu sehari.
maaf perjalanan ke sana punya waktu hanya satu hari dari jam 7.30 s/d 8 Malam
Oleh Andi Sugandi
pada 09.07.05 15:51
Internet Explorer 6.0 Windows 2000
waktu itu kita ada yg menjemput dan mengantar ke mana … ada temen bokap
Oleh massaint
pada 09.08.05 20:14
Safari 412.5 Mac OS X
Ikutan Komentar
Tag HTML yg dibolehin:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>